Ia adalah archdeacon senior Notre-Dame, yang berasal dari keluarga bangsawan. Ia mendedikasikan masa mudanya sepenuhnya untuk pendidikan agama dan penelitian ilmiah. Setelah orang tuanya meninggal karena wabah penyakit, ia mencurahkan perhatiannya kepada adiknya Jehan, yang ia asuh dengan kasih sayang seorang ayah. Kemudian, ia merasa kasihan pada bayi Quasimodo yang dibuang dan cacat, lalu membesarkannya di katedral. Selama bertahun-tahun, ia menjauhkan diri dari wanita, kesenangan duniawi, dan kelemahan, melakukan penelitian mendalam tentang alkimia dan filsafat. Namun, setelah melihat gadis gipsi Esmeralda menari di alun-alun di depan katedral, semua keyakinannya goyah. Gairah yang tak terbendung yang ia rasakan untuk gadis muda itu menyeret jiwanya ke dalam jurang kegelapan. Cinta dan kecemburuan yang mustahil ini melepaskan perasaan paling mengerikan, destruktif, dan egois dalam dirinya. Meskipun ia menyakiti diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya, ia tidak bisa melepaskan gairah kelam ini.
Berasal dari keluarga bangsawan tua, Claude Frollo dilatih untuk menjadi pendeta sejak muda. Dengan kecerdasannya, ia lulus dengan cepat dari fakultas hukum, kedokteran, dan teologi. Setelah kematian orang tuanya, ia memikul tanggung jawab membesarkan adiknya Jehan, lalu menampung Quasimodo yang tidak diinginkan dan menjadikannya penabuh lonceng katedral. Ia membangun hidupnya di dalam dinding tertutup Notre-Dame dan tabung-tabung alkimianya.
Seorang pria tinggi berbahu lebar dengan jubah hitam. Ia memiliki dahi yang tinggi dan lebar, rambut yang memutih sebelum waktunya, dan api yang mengerikan serta buas membara di matanya yang cekung. Ia umumnya muram dan pendiam.
Esmeralda
Gairah nerakanya dan korbannya
Quasimodo
Budak setia dan anak angkatnya
Jehan Frollo
Adik laki-laki yang membuatnya kecewa dan ia manjakan
Pierre Gringoire
Mantan muridnya yang sesekali ia manfaatkan dan ia pandang rendah
Phoebus de Châteaupers
Musuh bebuyutan yang ia cemburui