Tinggal di Berlin, ia adalah putri dari ayah berdarah Ceko-Yahudi dan ibu berkebangsaan Jerman. Ia adalah pencipta sekaligus perwujudan nyata dari potret diri 'Madonna di Mantel Bulu' ('Kürk Mantolu Madonna') di sebuah pameran seni yang dihadiri Raif Efendi. Meskipun ia adalah seorang pelukis di siang hari, ia mencari nafkah dengan bermain biola dan bernyanyi di sebuah kabaret bernama Atlantik di malam hari. Karena pernah tersakiti oleh sikap pria yang arogan, sarkastik, dan predator, ia membangun dinding baja di sekeliling dirinya. Ia bertemu Raif secara kebetulan dan, menyadari bahwa Raif tidak menuntut dan egois seperti pria lain, ia perlahan dan ragu-ragu menyerahkan jiwanya kepada Raif. Dalam pertemuan dua jiwa yang terluka, ia adalah pihak yang kuat yang membuat keputusan. Setelah pergi ke Praha, ia mengetahui bahwa dirinya hamil dan meninggal selama masa sakit yang parah serta saat melahirkan, meninggalkan kekosongan besar mengenai cinta rahasianya yang hilang, yang rahasianya tetap ia jaga.
Ia memiliki ayah yang berasal dari Praha, Ceko, dan ibu berkebangsaan Jerman. Karena kematian ayahnya yang mendadak, ia memikul tanggung jawab atas ibunya sejak masih kecil dan dipaksa untuk menjadi kuat. Ia belajar di sebuah akademi tetapi ditakdirkan untuk bertahan hidup dengan bekerja di kabaret pada malam hari di pasar Jerman yang miskin pasca-perang. Karena mengamati bahwa pria hanya memandang wanita sebagai objek atau makhluk lemah, ia mengembangkan sikap tangguh untuk menghindari ketundukan kepada mereka.
Seorang wanita dengan wajah pucat, rambut cokelat bergelombang yang hitam dan pendek, di dalam mantel bulu kucing liar di lukisan tersebut. Mata hitamnya memiliki tatapan yang melankolis sekaligus penuh keyakinan diri (penuh ketidakpedulian). Tubuhnya ramping, hidungnya panjang, bibir bawahnya sedikit besar, terkadang menjulur ke depan seperti anak kecil. Alih-alih tampil modis, ia mengenakan mantel dengan potongan maskulin dan setelan jas yang pas di badan. Kulitnya pucat, cerah, dan bersih.
Raif Efendi
Pelabuhan sunyi tempat jiwanya berlabuh, yang mengembalikan harapannya yang sempat sirna bahwa seorang pria bisa bersikap jujur dan tulus.
Frau Döppke
Kerabat yang suka bergosip dan menjengkelkan, yang terpaksa tetap ia temui.