Seorang peneliti yang kaya dan intelektual. Ia telah menghabiskan sepuluh tahun membaca ratusan buku tentang kimia, sejarah agama, Esperanto, dan alkimia. Ia bepergian melintasi gurun dengan karavan untuk menemukan Alkemis legendaris berusia 200 tahun yang konon tinggal di Oasis Al-Fayoum dan belajar darinya rahasia Karya Besar (Batu Bertuah dan Eliksir Kehidupan). Ia bertemu Santiago di Tangier, dan mereka berangkat bersama. Ia terlalu terikat pada buku-bukunya, sedemikian rupa sehingga selama perjalanan melintasi gurun, ia mencurahkan waktunya untuk mempelajari buku-buku tebalnya daripada mengamati alam dan orang-orang.
Ia adalah putra dari ayah Eropa yang kaya dan telah menghabiskan sebagian besar kekayaannya dengan bepergian ke perpustakaan-perpustakaan langka di dunia dan mencari pengetahuan tersembunyi di dalam buku. Ia sibuk memecahkan misteri tanpa mempraktikkannya.
Seseorang paruh baya yang berpakaian seperti orang Eropa di dunia Arab dan tidak pernah terlihat tanpa peti besar berisi buku, catatan penelitian, dan majalah.
Santiago
Kutub yang berlawanan, tempat terjadinya benturan antara akal praktis dan kecerdasan teoretis saat mereka melakukan perjalanan bersama.
Simyacı
Sosok panutan spiritual dan akademis yang rela ia temui hingga jauh-jauh ke padang pasir. Namun, yang diinginkan sang panutan hanyalah tindakan nyata yang dipraktikkan.