Ia adalah pengacara berpengalaman dan lanjut usia yang merupakan bagian dari kaum elite daerah Edremit. Ia adalah agen sekaligus kenalan dekat Tuan Salâhattin. Ia mengetahui setiap tahapan kebusukan di kota itu. Meskipun ia berniat untuk melindungi dan memperingatkan Yusuf serta keluarga sang Bupati, ia tidak pernah terlibat dalam pertikaian yang akan membahayakan keselamatannya sendiri. Ia menganggap peran sebagai mediator atau sosok yang patuh secara pasif—alih-alih berbenturan langsung dengan elite berkuasa demi menegakkan keadilan—sebagai suatu 'kebutuhan hidup'. Terlepas dari niat baiknya, ia telah beradaptasi dengan sikap tidak bertindak di dalam sistem yang ada.
Setelah bertahun-tahun menangani berbagai kasus di lingkungan provinsi, ia telah terbiasa dengan keadilan yang kotor di tempat ini; ia adalah sosok kawakan yang akhirnya menerima kepastian kekuasaan elite lokal di atas hukum.
Seorang sosok pengacara lanjut usia yang tampak lelah, berkacamata, bermartabat, dan bergaya kuno dengan gaya khasnya sendiri.
Yusuf
Bocah naif yang ia kasihani dan ia peringatkan agar tidak terjerat masalah.
Hilmi Bey
Sosok penguasa yang ia segani dan diam-diam ia tunduki kekuasaannya.
Salâhattin Bey
Sahabat lama yang ia hormati namun ia anggap menyedihkan.