Ia adalah putra manja yang tidak berpendidikan, dibesarkan oleh salah satu mantan negarawan dan pasha, yang ironisnya menganggap dirinya sangat terpelajar (beradab). Setelah kematian ayahnya, ia mewarisi kekayaan besar dan menelantarkan baik pendidikannya maupun posisinya sebagai pegawai di kantor pemerintah, mendedikasikan dirinya sepenuhnya untuk tampil gaya, mengadopsi tata krama Eropa, dan pamer di kereta mewah di tempat-tempat wisata. Suatu hari, ia mengira Periveş Hanım—seorang wanita pirang yang mencolok dari kelas bawah yang ia lihat di Çamlıca—sebagai kekasih yang lugu dan mulia seperti dalam novel-novel Prancis. Ia menjadi alat dalam permainan Keşfi Bey, yang dengan cepat ia percayai di dunia fantasi yang ia ciptakan sendiri, dan ia yakin bahwa Periveş telah meninggal, sehingga ia memasuki masa berkabung palsu. Sepanjang novel, kita menyaksikan ia menipu dirinya sendiri, menggunakan serta membohongi pelayan dan ibunya hanya demi gengsi, dan melihat impiannya hancur oleh kenyataan pahit di akhir cerita. Ia adalah salah satu prototipe 'dandy kebarat-baratan' (alafranga züppe) yang paling khas dalam sastra Turki.
Lahir dalam kelimpahan di dalam gedung mewah sebagai putra dari seorang ayah wazir, ia menghabiskan masa kecilnya di bawah pengasuhan guru-guru yang tidak kompeten karena ayahnya bertugas di berbagai provinsi selama lima belas tahun, dan ia tidak pernah menempuh pendidikan sekolah menengah yang layak. Saat tiba di Istanbul dan memulai pekerjaan di kantor pemerintah, ia pun meninggalkannya, lalu menghabiskan seluruh warisan dan tenaganya di tangan penjahit, tukang cukur, dan guru bahasa Prancis di Beyoğlu demi mencapai status 'pria perlente yang kebarat-baratan'.
Mencerminkan sosok pemuda penuh gaya dan sombong yang terobsesi secara patologis dengan mode. Ia mengenakan celana ketat berwarna Malta, celana panjang sewarna kulit, jas luar biru tua, sarung tangan kuning, kemeja dengan kerah putih kaku yang tinggi, tongkat dengan gagang kulit penyu dan logo perak, sepatu bot mengilap dengan ujung melengkung, dan fez kecil yang dimiringkan jauh ke depan hingga menutupi sebagian besar kepalanya. Umumnya, ia berkeliling mengenakan warna-warna cerah dengan bunga yang disematkan pada jaketnya.
Keşfi Bey
Rekan sesama juru tulis yang pembohong, tempat Bihruz tertipu mentah-mentah dan terhanyut oleh kebohongan-kebohongannya bagai alur cerita dalam novel hingga membuatnya menderita.
Mösyö Piyer
Sosok yang sangat dihormatinya, meski kenyataannya memerasnya baik secara finansial maupun mental.
Valide Hanım
Ibunya, yang sering ia comot uang sakunya dan ia hindari omelannya dengan melontarkan berbagai kebohongan.
Mişel ve Andon
Pelayan-pelayan rendahan yang selalu menjadi sasaran kemarahannya akibat kecerobohannya sendiri.
Periveş Hanım
Sosok khayalan dan kenyataan pahit yang ia puja tanpa mengetahui apa pun tentangnya, yang membuatnya menobatkan dirinya sendiri sebagai tokoh protagonis novel.