Jane Fairfax adalah keponakan yatim piatu dari Nona Bates yang miskin dan cerewet di kota itu. Ia dibesarkan di London oleh Kolonel Campbell yang berhati baik, dan menerima pendidikan aristokrat yang sangat halus setara dengan putri sang kolonel sendiri. Dengan bakat, budaya, keahlian piano yang luar biasa, serta keanggunannya, Jane adalah tandingan yang sepadan bagi Emma (dalam beberapa aspek bahkan lebih unggul), namun karena ia tidak memiliki kekayaan, ia menghadapi nasib kejam karena harus mulai bekerja sebagai pengasuh rendahan. Ia bertemu Frank Churchill di Weymouth, bertunangan secara diam-diam dengannya, dan tiba di Highbury untuk tinggal bersama kerabatnya dengan menyimpan rahasia besar ini. Bulan-bulan yang ia habiskan di kota itu berubah menjadi semacam siksaan baginya; ia merasa terjebak di rumah bibinya yang miskin, menahan jarak dingin dan sindiran Emma, serta menyaksikan pria yang dicintainya merayu Emma secara terang-terangan. Di bawah beban ini, ia jatuh sakit secara diam-diam dan bahkan memutuskan untuk membatalkan pertunangan demi mengambil posisi sebagai pengasuh, namun setelah ibu tiri Frank meninggal dan rahasianya terungkap, ia menemukan kedamaian dan pernikahan.
Setelah kehilangan ayahnya karena perang dan kemudian ibunya karena sakit, Jane yang yatim piatu dibesarkan di lingkungan bangsawan karena utang budi Kolonel Campbell, yang nyawanya pernah diselamatkan oleh ayah Jane. Namun, setelah temannya, Nona Campbell, menikah dan pindah ke Irlandia, Jane terpaksa menghadapi kenyataan menakutkan untuk terjun ke dunia luar.
Ia adalah gadis yang menawan dan anggun. Perawakannya cukup baik, meski tidak terlalu tinggi. Tubuhnya luwes dan proporsional. Alih-alih kecantikan klasik, daya tariknya terletak pada matanya yang berwarna biru tua nan lesu dan kulitnya yang halus bak sutra; ia adalah gadis pucat berambut hitam dengan kecantikan yang unik dan ningrat.
Miss Bates
Bibinya yang sangat ia syukuri dan coba lindungi terlepas dari segala kecerewetannya.
Mrs. Elton
Penaungnya yang tidak tahu adat, yang mengesalkan dan menguji kesabarannya dengan desakan mencarikannya pekerjaan pengasuh.
Emma Woodhouse
Sosok berseberangan yang jauh, di mana potensi persahabatan di antara mereka terhalang oleh kecemburuan Emma dan ketertutupan dirinya sendiri.
Frank Churchill
Tunangan rahasia sekaligus cinta matinya yang membuatnya sangat menderita namun tak sanggup ia lepaskan.