Sang Alkemis — 6 karakter
Pedagang Kristal
Seorang pria Arab tua yang saleh yang memberikan pekerjaan di tokonya kepada Santiago, yang uangnya dicuri saat ia tiba di benua Afrika (Tangier). Ia telah menjadi pedagang kristal yang sukses sepanjang hidupnya, namun kehilangan kekayaan lamanya karena perubahan jalur perdagangan. Meskipun ia mengatakan menabung uang setiap hari untuk pergi ke Mekah, impian terbesarnya, ia tetap tinggal di tempatnya, mengatakan dalam hati bahwa impian ini memberinya kegembiraan hidup dan bahwa hidupnya akan kehilangan tujuan jika ia benar-benar pergi ke sana. Dengan inovasi yang dibawa Santiago (menata pajangan di luar, menjual teh mint dalam gelas), ia mengembangkan toko tersebut secara signifikan; ia mendapatkan kembali kekayaannya yang hilang dan menyediakan cukup uang bagi Santiago untuk perjalanannya melewati gurun.
Fatima
Gadis gurun yang cantik yang tinggal di Oasis Al-Fayoum, tempat hidup dibentuk hanya oleh momen saat ini dan hukum gurun, yang memasuki kehidupan Santiago melalui pertemuan spiritual yang tak terduga. Sejak saat mereka bertemu di dekat sumur, keduanya saling memahami melalui Bahasa Semesta. Mereka jatuh cinta saat terjebak di oasis karena perang. Fatima bukanlah hambatan yang menggoda atau konformis (seperti si Pedagang) yang muncul di hadapan Santiago; sebaliknya, ia adalah kekuatan ilahi sejati yang mendorongnya menuju Legenda Pribadi-nya. Menentang prinsip bahwa cinta akan mengunci kekasih dalam ketidakaktifan atau penjara, ia dengan bijak mempraktikkan tradisi wanita gurun yang melepas suami dan orang yang dicintai untuk pergi serta menunggu kepulangan mereka.
Pria Inggris (Pengembara / Calon Alkemis)
Seorang peneliti yang kaya dan intelektual. Ia telah menghabiskan sepuluh tahun membaca ratusan buku tentang kimia, sejarah agama, Esperanto, dan alkimia. Ia bepergian melintasi gurun dengan karavan untuk menemukan Alkemis legendaris berusia 200 tahun yang konon tinggal di Oasis Al-Fayoum dan belajar darinya rahasia Karya Besar (Batu Bertuah dan Eliksir Kehidupan). Ia bertemu Santiago di Tangier, dan mereka berangkat bersama. Ia terlalu terikat pada buku-bukunya, sedemikian rupa sehingga selama perjalanan melintasi gurun, ia mencurahkan waktunya untuk mempelajari buku-buku tebalnya daripada mengamati alam dan orang-orang.
Melkisedek (Raja Salem)
Karakter legendaris yang aslinya adalah Raja Salem, yang mendekati Santiago dan mulai berbincang dengannya saat ia sedang membaca buku di Tarifa. Ia mengetahui kehidupan, impian, dan Legenda Pribadi yang memudar dari semua orang di bumi. Dengan mengambil sepersepuluh dari domba Santiago, ia menunjukkan jalan ke Piramida dan menanamkan konsep Jiwa Semesta, tanda-tanda (simbol), dan Legenda Pribadi. Ia memberi Santiago dua batu ajaib bernama Urim dan Tumim untuk digunakan sebagai sarana ramalan saat ia bimbang.
Santiago (Si Gembala)
Santiago adalah pemuda berbakat dari kota kecil di Andalusia yang melek huruf dan diharapkan menjadi seorang imam. Namun, didorong oleh keinginan untuk menjelajahi dunia dan melihat budaya serta tempat baru, ia meninggalkan seminari dan menjadi gembala, membeli kawanan domba dengan tiga keping emas yang diberikan oleh ayahnya. Saat tidur dalam perjalanannya di pedesaan Andalusia, sebuah mimpi yang ia alami dua kali berturut-turut di gereja tua memanggilnya untuk mencari harta karun yang terkubur di Piramida Mesir. Pertemuannya dengan Melkisedek, Raja Salem, memungkinkan pencarian ini didefinisikan sebagai 'Legenda Pribadi'. Meski kehilangan semua modalnya, ia memulai perjalanan besar yang membawanya dari Tangier di Afrika menuju Gurun Sahara. Di jalan yang penuh petualangan ini, ia belajar berbicara dengan bahasa universal dan hatinya, membaca alam, dan mencintai. Pada akhirnya, meskipun ia memahami bahwa harta karun itu sebenarnya ada di titik awalnya, tempat ia melihatnya dalam mimpi, harta ini bukan sekadar emas, melainkan visi, kebijaksanaan, dan cinta yang ia peroleh di gurun.
Sang Alkemis
Seorang bijak yang sangat kuat yang tinggal di gurun dekat oasis Al-Fayoum, Mesir, tersembunyi dalam pakaian Arab, dan dikabarkan telah hidup lebih dari 200 tahun. Ia dikenal mampu mengubah timah menjadi emas dan memiliki ramuan keabadian (Eliksir Kehidupan). Ia tidak hanya memahami dan mewujudkan Legenda Pribadi-nya sendiri, tetapi ia juga menjadikan tugasnya untuk mencari orang-orang langka di bumi yang mampu mewujudkan Legenda Pribadi mereka dan membimbing mereka. Ia memungkinkan pencerahan tertinggi Santiago dengan mengajarkan bahasa gurun, cara mendengarkan hatinya, dan cara memerintah elemen alam (angin dan matahari) selama ujian terbesarnya.